Ora Nuthuk

Rebon kali ini ora nuthuk. Bukan berarti rebon diliburkan. Rebon tetap bergulir sebagaimana mestinya, namun rebon yang kali ini "ora nuthuk" adalah tidak adanya aktifitas memainkan alat instrument seperti rebon-rebon sebelumya. 

Istilah "ora nuthuk" adalah satu istilah yang digunakan teman-teman ketika ada satu hal yang tidak memungkinkan untuk latihan musik, seperti karena tidak hadirnya beberapa personil yang tidak bisa hadir. Kadang juga karena situasi yang secara sosial tidak memungkinkan, misalnya karena ada lelayu atau tahlilan di kediaman tetangga sekitar sanggar. Atau saat dusun tengah memberlakukan aturan yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan masyarakat yang sifatnya berkerumun seperti saat masa PSBB dan PPKM dalam situasi pandemi dua tahun terakhir ini.

Rebon tidak melulu dalam setiap gulirannya disertai aktifitas nuthuk (latihan).  Kadang kala ada juga satu waktu rebon yang hanya digulirkan dengan aktifitas ngobrol atau diskusi berbagi kabar, berbagi informasi, rencana untuk pentas yang akan datang, maupun evaluasi pentas yang telah lalu, atau jika memang ada hal-hal yang memang sangat penting dan dirasa perlu dibahas yang sifatnya intern. 

Seperti rebon kali ini, ada hal yang peting untuk didiskusikan yang berkaitan dengan keberlangsungan Jodhokemil. Yaitu pembahasan tentang situs resmi Jodhokemil yang baru saja dibuat setelah sekian tahun berdiri dan beraktifitas. Harapannya situs ini bisa menjadi sumber info mengenai hal-hal yang berkaitan erat dengan grup atau musik Jodhokemil maupun hal-hal di lingkaran sekitarnya, yang tentunya masih berkaitan secara komunitas maupun di lingkungan sosial Jodhokemil sendiri.

Rebon kali ini di buka sekaligus dikomandani oleh saudara Arif Play Heart (Arif Hermawan). Seperti biasa sebagaimana rebon diawali dengan selawat dilanjutkan dengan ummul kitab, kemudian berbagi kabar dalam satu minggu terakhir dari masing-masing peserta secara bergantian. 

Memasuki pada hal inti yang kemudian bergulir saling tanggap dan menanggapi satu sama lain yang berkaitas dengan "rumah maya" (situs Jodhokemil). Sebagai prolog saudari Dhona mengemukakan hal-hal teknis maupun non teknis yang berkaitan dengan situs tersebut. Menurut Dhona masih banyak yang perlu dibenahi terutam berkaitan dengan teknis dari situs itu sendiri.

Selang beberapa saat saudara Sigit dengan cekatan menanggapi dan sedikit mengambil alih agar forum yang semula di kedepani oleh Arif Play Heart, agar diskusi lebih tertata dan bisa bergulir. Sigit tanpa ragu melontarkan satu pertanyaan yang ditujukan untuk semua peserta rebon yang hadir. 

Lontaran pertanyaan tersebut adalah, "Apa yang bisa menjadi kontribusi teman-teman dengan hadirnya situs Jodhokemil? Serta apa yang teman-teman harapkan dari situs tersebut?" 

Sebagian menjawab bahwa kontribusi yang bisa diberikan tentunya sesuai dengan kapasitas atau kemampuan yang dimiliki, yang sekiranya itu bisa menunjang dan bermanfaat untuk kelangsungan situs tersebut.

Selain itu tentu masih banyak hal-hal yang dibahas yang berkaitan dengan situs. Pada intinya dengan adanya situs Jodhokemil, setidaknya adanya harapan-harapan serta doa agar nantinya situs tersebut akan bermanfaat tidak saja untuk lingkaran Jodhokemil sendiri, akan tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat umum maupun masyarakat seni di Magelang. 

Tentu dari kesemua itu dibutuhkan sebuah proses yang terus menerus hingga menemukan apa-apa yang semula menjadi harapan kita semua. 

Semoga...!


Mang Yani - Sept 2021