Anteng Tur Meneng

Di suasana malam yang tenang namun banyak perbincangan, melingkar seperti orang-orang yang sedang diskusi serius, Rebon edisi 16 September 2020 bertempat di Sanggar Wening, Mertoyudan. Sekitar pukul 20.30 obrolan ringan dan tanpa sadari mulai sedikit serius, membuat Rebon malam itu menjadi sedikit lupa waktu untuk latihan bermusik.

 

Akhirnya sekitar pukul 22.00 lebih, moderator memutuskan untuk memberikan pilihan pada peserta Rebon untuk memilih diskusi lagi, atau latihan musik dulu, lalu diskusi lagi. Seperti Rebon-Rebon sebelumnya keputusan ada pada usulan terbanyak.

 

Sebagian banyak peserta menyarankan latihan musik dulu karena waktu juga semakin larut, namun sebagian ada juga yang menyarankan untuk diskusi dulu sambil menunggu personel penabuh yang belum datang, ada juga yang menyarankan untuk latihan sambil diskusi sedikit-sedikit.

 

Karena banyak yang menyarankan untuk latihan musik dulu, akhirnya Rebon di putuskan untuk latihan musik, baru di adakan diskusi lagi nanti setelah latihan musik selesai. 


Kemudian untuk moderator diskusi selanjutnya, ditentukan 2 kandidat yaitu Bagas atau Yanuar Sastra (Cuwil). Peserta memilih Cuwil sebagai moderator diskusi setelah latihan.

 

Suasana pun mulai sedikit cair, sembari personel menyiapkan alat-alat tabuhnya, hisapan tembakau dari reboners bertaburan bak awan kelabu yang menghias kota. Sementara itu Arif Playheart mulai beralih dari lingkaran sanggar menuju dapur, dengan senter di kepala ia melakukan aksi dengan spatulanya mengobrak abrik wajan yang berisi...,lele?

 

Wow, lele. Ada apa dengan lele? Dan ada kaitanya apa dengan Rebon, ternyata katanya hari itu bertepatan dengan anniversary ke-6 Jodhokemil. Mungkin juga bisa disyukuri sebagai 6 tahun Rebon berjalan kecuali ketika sedang spasi.

 

Oh iya, peserta Reboners edisi 16 september 2020 di antaranya David, Dika, Piyu, Mang Yani, Arif Playheart, Handoko, Sigit, Bagas, Yanuar Sastra dan temannya. Lalu disusul oleh Budi, Keket, lalu Dona.

 

Selang berapa waktu jeda, Rebon kembali berlanjut. Jodhokemil dengan sebagian personel yang sudah siap dengan posisinya masing-masing mulai latihan.


Mengingat jadwal di terdekat pada hari sabtu 19 September 2020, Sigit menyarankan untuk mencoba latihan lagu request yang punya hajat, yang pada Rebon kemarin sudah diaransemen, yaitu lagu "Lingkaran Aku Cinta Padamu" dari Iwan Fals dan Sawung Jabo.

 

Sigit pun mencoba mengingatkan pada semua personel Jodhokemil  untuk mencoba menghafalkan lagu tersebut. "Kalau bisa semua hafal." "Saya pun juga belum hafal,".. kurang lebih seperti itu ujarnya.

 

Latihan pun dimulai, sesi pertama Jodhokemil masih mengingat beberapa bagian aransemen dari lagu tersebut. Beberapa pengulangan pada bagian-bagian tertentu Jodhokemil mencoba merapikan aksen-aksen pada beberapa ketukan.

 

Di tengah proses latihan tersebut Dona hadir. Penabuh saron yang tadinya hanya 2 personel kini sudah menjadi 3. Aransemen yang diawali oleh tim saron ini menjadi lebih mantap.

 

Selang beberapa waktu, dan setelah ada beberapa pengulangan, Jodhokemil mencoba untuk membalikkan board yang berisi tulisan teks dari lagu lingkaran tersebut. Bait pertama dan kedua sebagian personel sudah banyak yang hafal, namun sempat berhenti pada bagian bait ketiga.

 

Jodhokemil mencoba lagi dari awal dan setelah beberapa pengulangan ada sedikit kemajuan pada lagu tersebut. Meski begitu ada bagian juga yang di rombak yaitu di bagian lead guitar, karena dirasa di bagian itu agak sedikit kaku, akhirnya ritme dan accord dari bagian itu diubah. Setelah beberapa proses, Jodhokemil memutuskan untuk mengemas lagu tersebut dan beralih ke lagu selanjutnya, yaitu lagu Kupu-kupu.

 

Kali ini tidak terlalu banyak terjadi jeda, hanya ada beberapa yang perlu diingat-ingat pada bagian paduan suara pada bagian reff yang memang sangat terdengar rumit di bagian itu. Setelah beberapa pengulangan lagu Kupu-kupu, tanpa terasa waktupun mulai larut. Kurang lebih pukul 23.00 Jodhokemil memutuskan untuk mencukupi sesi "nuthuk" pada Rebon malam itu.

 

Sementara Jodhokemil membereskan alat-alatnya, Arif Playheart yang sejak sesi pertama itu bermain-main dengan spatula, kembali dalam lingkaran sambil membawa beberapa lele goreng. Namun sayang belum semua lele itu tergoreng habis oleh Arif Playheart.

 

Lalu dengan bantuan Bagas, Arif Playheart kembali di sudut Sanggar Wening yang gelap gulita itu dan kembali lagi mengeksekusi lele-lele yang belum tergoreng habis itu, mungkin kali ini lebih kejam karena sesekali Bagas turun tangan.

 

Peserta Rebon kembali duduk melingkar, tenang namun tidak diam. Seperti yang sudah disepakati tadi, diskusi diadakan lagi. Kali ini dimoderatori oleh Yanuar Sastra(Cuwil). Kali ini diskusi yang di sepakati dengan tema, “Anteng Ning Ora Meneng”, sesuai dengan tema acara di Mendopo Institute pada hari sabtu 16 September 2020.

 

Reboners mencoba menerka-nerka dengan tema tersebut, dari beberapa peserta yang ditunjuk oleh moderator. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan, beberapa pula ada yang menanggapi, ada pula yang malah bertanya lagi ada pula yang memberi pertanyaan, ada juga yang memberi contoh.

 

Akhirnya ada satu peserta yaitu Mang Yani yang mengusulkan pada moderator bahwa ini harus di katagorikan anteng tur meneng, secara psikis, filosofis atau sosial. "Wil, kalau menurut saya ini harus dikategorikan supaya obrolan ini terarah", kurang lebih seperti itu ujarnya. Dari usulan tersebut obrolan menjadi sedikit terarah dan menjadi lebih luas dan dalam lagi.

 

Di malam yang semakin dingin itu perbincangan semakin asyik, dan juga sesekali Arif Playheart muncul dengan senter di kepala sambil memberi sedikit pernyataan tentang Anteng tur Meneng.

 

Diskusi berlanjut semakin hangat, walau udara dingin namun peserta Rebon masih sangat semangat melontarkan pernyataan dan pertanyaan, sayangnya di tengah diskusi itu Arif Playheart muncul dengan.., kali ini tak hanya senter di kepalanya, namun dengan beberapa lele yang sudah siap disantap.

 

Rebon pun di putuskan untuk di tutup. Rebon di tutup dengan masing-masing peserta untuk berbagi slogan atau quote, entah itu dari kutipan atau kreasi sendiri.

 

Oh ya, lalu kami makan lele bersama dengan bahagia. Karena konon, katanya Rebon itu anniversary-nya Jodhokemil yang ke-6. Hehehe......


Keket - September 2020