Aesthetic atau Estetik?

"Aesthetic" dan "estetik" sebenarnya berasal dari kata yang sama, yaitu "aesthetics" dalam bahasa Inggris. Namun, penggunaannya terkadang memiliki perbedaan dalam konteks tertentu.

Bahasa Indonesianya dari "aesthetic" adalah "estetika" atau "estetik".

"Estetik" adalah kata sifat yang menggambarkan suatu objek atau pengalaman sebagai indah atau menarik secara estetis, sedangkan "estetika" adalah kata benda yang merujuk pada disiplin ilmu yang mempelajari keindahan dan pengalaman estetis.

Kedua kata tersebut bukan kata kerja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai kata kerja. Namun, dalam bahasa Indonesia, terdapat kata kerja yang berhubungan dengan konsep estetika, yaitu "mengestetikakan" atau "memperestetika", yang berarti memperindah atau memperbaiki tampilan atau penampilan suatu objek agar lebih estetis.

Sederhananya, "aesthetic" berarti kesan visual atau keindahan suatu objek, sedangkan "estetik" merujuk pada disiplin ilmu dan prinsip-prinsip yang lebih luas terkait dengan keindahan dan pengalaman estetis.

Belakangan ini di media sosial banyak berseliweran istilah "estetik" yang  secara umum dikaitkan dengan citra atau penampilan visual yang dianggap menarik atau indah secara estetis. 

Dalam konteks mode, misalnya, pakaian atau aksesoris dianggap "estetik" karena desainnya yang unik atau gaya yang mengikuti tren terkini. Dalam konteks media sosial, istilah "estetik" dipakai untuk menggambarkan tampilan atau tema yang konsisten pada akun Instagram atau TikTok mereka.

Apakah pemakaian istilah ini sudah tepat? Kapan harus pakai istilah estetik, estetika, atau aesthetic? Duh, bingung saja belum..hehe.

Kata "aesthetic" mulai digunakan secara luas di media sosial dalam beberapa tahun terakhir, terutama di platform seperti Instagram, Tumblr, dan Twitter. Penggunaan kata ini di media sosial biasanya merujuk pada penampilan atau tampilan visual yang menarik dan harmonis dalam sebuah foto, video, atau post.

Kemunculan penggunaan kata "aesthetic" di media sosial ini diyakini terkait dengan popularitas budaya visual yang berkembang pesat, terutama di kalangan remaja dan kaum muda. Terlebih lagi, dengan adanya fitur seperti filter, efek, dan preset di aplikasi sosial media, banyak orang yang berusaha untuk menciptakan tampilan yang estetis dalam konten mereka agar lebih menarik bagi pengikut mereka. Sehingga penggunaan kata "aesthetic" di media sosial seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, fashion, dan kecantikan, serta seni dan kreativitas visual.

Kata "aesthetic" tidak memiliki asal negara atau tokoh spesifik yang mempopulerkannya di media sosial. Sebaliknya, penggunaan kata ini telah menjadi fenomena budaya populer yang tersebar luas di seluruh dunia dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti popularitas karya seni, mode, musik, dan film.

Namun, dapat dikatakan bahwa penggunaan kata "aesthetic" dalam konteks media sosial pertama kali muncul pada platform Tumblr pada awal 2010-an. Di situs ini, pengguna Tumblr berbagi gambar-gambar dan konten-konten lain yang menampilkan estetika atau tampilan visual yang menarik dan indah. Kemudian, penggunaan kata "aesthetic" menyebar ke platform media sosial lainnya seperti Instagram, Twitter, dan Pinterest.

Meskipun demikian, penggunaan kata "aesthetic" di media sosial telah berkembang pesat dan dapat ditemukan di banyak negara di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kata ini telah menjadi bagian dari bahasa populer yang digunakan oleh banyak orang dalam berbagai konteks.

Dan penting untuk diingat bahwa penggunaan istilah "estetik" dalam budaya populer ini tidak selalu terkait dengan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep estetika atau disiplin ilmu estetika. Terkadang, penggunaan istilah ini hanya sebatas untuk mengekspresikan selera pribadi dalam hal penampilan atau citra visual.


***